Tripal.co, Aplikasi Travel Kekinian yang Berpotensi Menjadi Pengungkit Ekonomi Masyarakat Lokal

Dengan lebih dari 17.000 pulau, lebih dari 300 kelompok etnik, dan 1.340 suku bangsa, menurut sensus Badan Pusat Statistik pada 2010, Indonesia tentu memiliki potensi pariwisata yang nyaris tak terhitung banyaknya. Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) pun telah merekomendasikan industri pariwisata sebagai satu dari empat sektor prioritas yang memiliki kekuatan untuk membangun ekonomi Tanah Air.

Demi menyukseskan Sasaran Pembangunan Pariwisata 2019yang ditargetkan mampu menggaet 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan domestik, maka dibutuhkan peran serta semua pihak dalam pengembangan industri pariwisata nasional. Jika target tersebut tercapai, tidak menutup kemungkinan sektor pariwisata akan menopang sebesar 9,2% terhadap produk domestik bruto nasional dan devisa negara senilai US$20 miliar.

Upaya pemerintah itu jelas bukan tanpa alasan. Seperti kita lihat, belakangan ini daya beli masyarakat Indonesia meningkat, dan jalan-jalan sudah menjadi kebutuhan serta gaya hidup. Tapi, tahukah bahwa ternyata sebagian besar kaum urban (masyarakat perkotaan) dan milenial (kelompok usia 18-35 tahun) tidak lagi menggunakan jasa biro perjalanan (tour and travel) dalam melakukan perjalanannya. Alasannya, mereka merasa kurang nyaman jika digabungkan dengan anggota grup yang tidak mereka kenal, jadwal dan rute perjalanan yang umum serta sudah ditentukan (tidak fleksibel). Ada perbedaan yang mencolok antara keinginan kaum milenial dengan generasi sebelumnya.

Berlatar dari itu, maka Tripal.co hadir. Tripal menawarkan pengalaman berwisata yang (P)ersonal & Flexible, (A)uthentic, bersama (L)ocal Friend. Sebagai aplikasi travel kekinian, Tripal mempertemukan traveler dari seluruh dunia dengan orang lokal terverifikasi yang akan menjadi “teman perjalanan” (Trip Pal) yang bisa diandalkan selama berada di kota tersebut. Traveler dapat memilih paket perjalanan yang telah disiapkan oleh orang lokal atau merancang sendiri paket perjalanan sesuai kebutuhannya.

Founder dan CEO Tripal Kevin Wu mengatakan orang lokal yang tergabung di aplikasi ini tidak dipungut biaya sama sekali (gratis). “Mereka justru akan mendapatkan bayaran dari jasanya menjadi teman lokal bagi turis, penyewaan kendaraan, dan penyewaan kamar atau rumah mereka sebagai homestay,” katanya saat peluncuran Tripal di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (19/5).

Tidak ada batasan bagi orang lokal yang ingin menjadi pemandu perjalanan bagi turis. Mereka bisa mahasiswa, pekerja lepas, seniman lokal, professional tour guide, nelayan yang sedang tidak melaut, guru yang telah pulang mengajar, security yang mengambil cuti, dan lain sebagainya. “Yang penting, mereka harus orang lokal dan mengerti betul seluk-beluk daerahnya, memahami destinasi-destinasi yang ditawarkan, semisal paket kuliner lokal, budaya, pegunungan, dan lain-lain. Mereka juga harus memiliki jiwa melayani dan mencintai kotanya,” lanjut Kevin.

Secara konsep dasar, memang ini bukan yang pertama. Banyak orang telah memanfaatkan blog untuk menawarkan jasanya kepada para turis yang hendak melancong ke daerah mereka. “Tapi, mereka menawarkan jasanya sendiri-sendiri, sedangkan Tripal merupakan aplikasi yang bisa dimanfaatkan siapa saja, termasuk blogger-blogger itu, untuk menawarkan jasa mereka. Tripal pun lebih terkonsep matang, detail, dan telah memikirkan semua kebutuhan para turis serta teman lokalnya,” ungkap CEO TechnoBusiness ID Purjono Agus Suhendro.

Sebagai bagian dari ekosistem e-commerce yang rentan tindak penipuan, tambah Purjono, Tripal sudah memikirkan sistem pembayarannya yang aman dan nyaman. Sebelum melakukan perjalanan, lanjut Kevin, turis telah melakukan pembayaran terlebih dahulu sehingga biaya yang dikeluarkan untuk satu paket perjalanan menjadi jelas di awal. Di sisi lain, teman lokal yang menjadi pemandu tidak perlu khawatir tidak dibayar atas jasanya.

Dengan misi #EmpowerLocalInspireGlobal, aplikasi karya anak bangsa ini bermaksud mempertemukan antara daya tarik pariwisata lokal dengan daya ungkit teknologi global. Bayangkan, jika aplikasi ini dapat tersebar masif di seluruh pelosok Tanah Air, maka akan menjadi pengungkit bagi kemakmuran ekonomi masyarakat lokal sekaligus kemajuan pariwisata nasional. Dengan begitu, niscaya sasaran pembangunan pariwisata pada 2019 dapat tercapai.

Sumber : https://technobusiness.id





Transaksi aman di Tripal.co

Costumer Support

+62 87 8000 9000 1

Email: info@tripal.co

Skype: tripal

Pusat Bantuan

Umpan Balik

Terhubung dengan kami

Mobile app(Segera hadir)

Android App

iOS App

Media

Email

Facebook

Instagram

Google+

Twitter